

Ngaji Tipis-Tipis
Ruang aman untuk belajar, berdiskusi, dan tumbuh bersama.
Realita hijrah
Tak Punya Ruang Aman untuk Diskusi
Bingung, ragu, tapi tak tahu harus bicara ke siapa: Tanpa ruang ngobrol yang terbuka, banyak keresahan dipendam sendiri. Lama-lama, semangat hijrah justru menjauh.
Kajian Terasa Terlalu Berat Sejak Awal
Banyak yang ingin belajar, tapi tak semua siap langsung masuk ke pembahasan mendalam. Akhirnya, berhenti datang sebelum benar-benar mulai.
Hijrah Sendirian Terlalu Berat
Tanpa kebersamaan, proses terasa sepi. Banyak yang berhenti bukan karena tak mau, tapi karena lelah sendiri.
Merasa Hijrah Itu Harus Serius dan Tegang
Pengen deket sama Allah tapi gak kuat dengan suasana yang kaku, takut salah, dan merasa dihakimi. Akhirnya, mundur pelan-pelan dari niat hijrah.
Renungan
“Capek sama hidup, tapi ngerasa jauh dari Allah?”
Yuk Ngaji Tipis-Tipis.
Bukan buat yang sok alim.
Tapi buat yang lagi nyari arah.
Ngaji ringan, obrolan ngalir. tanpa ceramah panjang, tanpa dihakimi.
Ngopi boleh, mikir iya, berubah pelan-pelan.
Di sini kita bahas hidup apa adanya: iman, overthinking, dosa, tujuan hidup, pakai bahasa manusia—bukan bahasa langit doang.
- Kalau kamu:
- sering mikir “hidup gue ngapain sih?”
- ngerasa iman naik turun pengen dekat sama Allah tapi masih banyak salah,
Tempat ini buat kamu. - Ngaji Tipis-Tipis. Sedikit tapi ngena. Pelan tapi jalan.

Siapa yang Cocok?
Geser dan temukan apakah kamu termasuk salah satunya.
Galau Man
Gundah gulana dalam kehidupan.
Mendapatkan ketenangan batin dan arah hidup.
Pemburu Ilmu
Manusia cerdas yang haus akan berbagai ilmu penegetahuan.
Menemukan sumber ilmu yang datang dari Tuhan yang maha esa.
Anak Tongkrongan
Sering nongkrong, jarang disentuh kajian. Bukan anti agama, tapi belum nemu tempat yang pas.
Disini ngopi jalan, ngaji tetap hidup.
Lost Generation
Gatau mau jadi apa, tapi mau berubah.
Dapat makna dan pegangan hidup.
Repsol (Remaja putus sekolah)
Dikeluarkan dari sekolah dengan kondisi apapun.
Mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan fitrah manusia.
Keseruan Ngaji Tipis-Tipis
Bukan janji, ini bukti.






Mereka sudah membuktikannya
Bukan janji manis, tapi cerita nyata dari mereka yang telah merasakan manfaatnya.
"Awalnya saya ikut kajian ini hanya untuk nambah ilmu. Tapi ternyata dampaknya jauh lebih besar. Mentornya bukan cuma menyampaikan materi, tapi benar-benar membimbing dan memberi contoh dalam bersikap. Lingkungannya juga sehat, saling mengingatkan tanpa menghakimi. Materinya disusun intensif tapi mudah dipahami, dan edukasi keimanannya membuat saya pelan-pelan memperbaiki hubungan dengan Allah. Kajian ini jadi titik awal hijrah saya yang sebenarnya."
"Kajian ini membantu saya hijrah secara perlahan tapi konsisten. Mentornya tegas namun bijak, sangat terasa pengalamannya. Lingkungan pertemanannya sehat dan saling menyemangati dalam kebaikan. Materinya cukup menantang tapi membuka wawasan. Yang paling penting, saya belajar memperbaiki iman, bukan hanya penampilan luar, tapi juga hati dan pola pikir."
"Saya merasa lebih terarah setelah mengikuti kajian ini. Mentornya membimbing dengan pendekatan yang realistis dan relevan dengan kondisi sekarang. Komunitasnya positif dan membuat saya betah untuk terus belajar. Materi disampaikan secara intensif dan mendalam. Edukasi keimanannya membantu saya memahami makna hijrah sebagai proses seumur hidup, bukan perubahan instan."
Pertanyaan yang Sebenernya Orang Takut Tanyain
Bukan jawaban manis. Jawaban yang lu butuhin.
Yuk, belajar dan bertumbuh bareng di Ngaji tipis-tipis
Ambil satu keputusan kecil hari ini dan biarin hidup mu geser ke jalur yang beda.